SEJARAH DAN PROFIL DESA ANJIR MUARA KOTA
Asal-Usul Nama "Anjir" dan Latar Belakang Sejarah
Nama wilayah Anjir Muara Kota memiliki akar sejarah yang erat dengan sistem tata air tradisional di Kalimantan Selatan. Dalam kebudayaan masyarakat Banjar dan catatan kolonial, istilah "Anjir" merujuk pada kanal atau terusan buatan yang digali untuk menghubungkan dua sungai besar (seperti terusan komersial abad ke-19 yang menghubungkan Sungai Barito dan Sungai Kapuas). Kanal-kanal ini berfungsi sebagai urat nadi transportasi, perdagangan, dan sistem irigasi pertanian.
Kata "Muara" menandakan posisi geografis wilayah ini yang berada di kawasan muara atau titik pertemuan jalur perairan, sedangkan kata "Kota" merepresentasikan perannya sebagai pusat aktivitas komersial dan pemukiman yang relatif lebih padat dibandingkan wilayah sekitarnya sejak masa lampau.
Secara administratif, eksistensi wilayah ini dinaungi oleh berdirinya Kabupaten Barito Kuala dan Kecamatan Anjir Muara yang disahkan secara hukum pada 4 Juli 1959 melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959.
*Catatan Sejarah Panjang Kanal Anjir Serapat
Wilayah Desa Anjir Muara Kota secara geografis dilewati dan tumbuh subur berkat adanya
Kanal Terusan Anjir Serapat. Berdasarkan catatan dokumen sejarah regional, proyek besar penggalian
Anjir Serapat digagas pada tahun
1880 oleh
J.J. Meijer dan mulai dieksekusi secara masif di bawah kepemimpinan
W. Broers selaku pejabat otoritas kolonial Belanda pada kurun waktu
1886 hingga 1890.
Penggalian kanal sepanjang 28 kilometer yang menghubungkan langsung jalur transportasi air antara Sungai Barito (Kalimantan Selatan) dan Sungai Kapuas (Kalimantan Tengah) ini melibatkan keahlian teknis tradisional masyarakat suku Banjar menggunakan alat manual sundak (papan kayu ulin tipis tajam). Keberadaan infrastruktur perairan dwi-fungsi ini menginisiasi migrasi penduduk secara spontan untuk membuka lahan pertanian pasang-surut berkelanjutan di lahan gambut rumbia, yang pada akhirnya memicu terbentuknya pemukiman mapan dan cikal bakal berdirinya tata pemerintahan Desa Anjir Muara Kota.
Perkembangan dan Pemekaran Desa
Pada awalnya, wilayah pemukiman di kawasan ini bernaung di bawah satu wilayah induk. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat dan luasnya wilayah geografis, maka pada tahun 1980 dilakukan kebijakan pemekaran wilayah demi mengoptimalkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan. Melalui pemekaran tersebut, Desa Anjir Muara Kota berdiri secara mandiri dan kini menjadi salah satu dari 15 desa definitif yang menyusun Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala.
Silsilah Kepemimpinan Desa
Sejak masa awal pembentukan tatanan pemerintahannya, Desa Anjir Muara Kota telah dipimpin oleh beberapa pejabat Kepala Desa (Pambakal) dan Penjabat (Pj.) Kepala Desa sebagai berikut:
- Undar (1965 – 1975)
- Samit (1975 – 1985)
- Kaspul Anwar (1985 – 1990)
- H. Thamrin (1990 – 1995)
- Saberi (1995 – 2008)
- Abd. Sukur (2008 – 2015)
- H. Supian Sauri (Maret 2015 – Mei 2015 / Penjabat)
- Rudi Hartono (2015 – 2021)
- Khairullah (2021 – Sekarang)
Kondisi Geografis dan Umum Desa
Desa Anjir Muara Kota memiliki letak yang sangat strategis karena berada tepat di titik koordinat ibu kota Kecamatan Anjir Muara, Provinsi Kalimantan Selatan. Posisi geografis ini memberikan kemudahan aksesibilitas mobilitas penduduk dengan rincian jarak tempuh logistik sebagai berikut:
- Jarak ke Ibu Kota Kecamatan: ± 50 Meter
- Jarak ke Ibu Kota Provinsi (Banjarmasin): ± 19 Kilometer
- Jarak ke Ibu Kota Kabupaten (Marabahan): ± 43 Kilometer